Tuanku Imam Bonjol (1772-1864) Pada zaman dahulu, Saat Peto Syarif menjadi alim ulama terkemuka di Alahan Panjang, d i Sumatera Barat sedang berlangsung perang Padri. (Improvisasi) Golongan padri yang berusaha mengembalikan ajaran Islam ke jalan yang benar mendapat tantangan dari golongan adat yang merasa kedudukan mereka terancam. Kaum adat kemudian mem i nta bantuan kepada Belanda. Setelah Belanda menyerang daerah Pandai Sikat , Imam Bonjol memperkuat pertahanan di daerah Alahan Panjang dan melakukan serangan-serangan terhadap pos-pos Belanda. Serangan-serangan ini membuat Gubernur Jenderal van Den Bosch mengatur siasat untuk menyerang Bonjol dari tiga arah, yaitu Bukittinggi, Pariaman, dan Tapanuli Selatan. Namun, usahanya ini tidak membuahkan hasil. Belanda menempuh jalan lain dengan memaklumatkan “Palakat Panjang”. Isinya adalah ajakan perdamaian dan karena itu penduduk harus meninggalkan benteng pertahanan mereka. Banyak kubu yang terhasut dan mengaba...
Postingan
Menampilkan postingan dari Juli, 2019